Mei 2023 Wisatawan Boleh Naik Candi Borobudur

Mei 2023 Wisatawan Boleh Naik Candi Borobudur

Mei 2023 Wisatawan Boleh Naik Candi Borobudur

Mei 2023 Wisatawan Boleh Naik Candi Borobudur – Mengungkap Keindahan dan Signifikansinya, Candi Borobudur adalah monumen Buddha terbesar di dunia dan merupakan salah satu warisan budaya dunia yang dilindungi UNESCO. Situs ini terletak di Magelang, Jawa Tengah dan dibangun pada abad ke-8 dan ke-9 oleh para arsitek dan seniman Hindu dan Buddha. Bangunan ini terdiri dari sembilan tingkat, dengan tiga tingkat bawah melambangkan dunia buruk, tiga tingkat tengah melambangkan dunia manusia, dan tiga tingkat atas melambangkan dunia surga. Wisatawan Boleh Naik Candi Borobudur. Candi Borobudur memiliki lebih dari 2.500 relief dan 500 patung Buddha. Relief ini menceritakan kisah kehidupan Buddha, seperti kelahirannya, pencapaian-Nya, dan akhirnya mencapai Nirwana. Selain itu, Candi Borobudur juga memiliki berbagai relief yang menggambarkan kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa pada abad ke-8 dan ke-9.

Namun, Candi Borobudur mengalami masa sulit pada abad ke-14. Pada masa itu, Majapahit, kerajaan Hindu terbesar di Indonesia, mengalami penurunan dan pengaruh Islam mulai berkembang di wilayah Jawa Tengah. Sebagai hasilnya, Candi Borobudur mulai ditinggalkan dan terlantar. Pada tahun 1814, seorang Belanda bernama Cornelius secara tidak sengaja menemukan Candi Borobudur yang terkubur di bawah lahar Gunung Merapi. Setelah penemuan ini, Candi Borobudur mulai direstorasi dan menjadi tujuan wisata yang populer di Indonesia.

Hari ini, Candi Borobudur tetap menjadi tempat wisata yang menarik bagi wisatawan yang datang dari seluruh dunia. Tidak hanya menjadi saksi sejarah peradaban Buddha di Indonesia, tetapi juga menjadi ikon pariwisata Jawa Tengah. Jadi, jika Anda ingin menikmati sejarah, seni, dan arsitektur kuno, Candi Borobudur adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi. Mitos dan Legenda Candi Borobudur: Cerita-Cerita Membuat Candi Borobudur Menarik. Candi Borobudur tidak hanya memiliki keindahan arsitektur dan seni yang menakjubkan, tetapi juga kaya dengan mitos dan legenda yang menarik. Mitos dan legenda ini menambah keunikan dan daya tarik Candi Borobudur bagi wisatawan. Wisatawan Boleh Naik Candi Borobudur

Salah satu legenda Candi Borobudur adalah kisah Roro Jonggrang. Menurut legenda ini, seorang pangeran bernama Bandung Bondowoso jatuh cinta pada Roro Jonggrang, putri raja Prambanan. Dia meminta Roro Jonggrang untuk menikahinya, tetapi dia menolak. Untuk membalas dendam, Bandung Bondowoso membangun 1000 candi di Prambanan dalam semalam dan meminta Roro Jonggrang untuk membantunya menyelesaikan yang terakir. Namun, Roro Jonggrang meminta agar Bandung Bondowoso membuat 1000 candi tersebut menjadi 999, sehingga Bandung Bondowoso akan gagal dan dia tidak akan menikahinya. Bandung Bondowoso setuju, tetapi pada saat terakhir, Roro Jonggrang membangunkan semua rakyatnya untuk mengadakan api dan meminta mereka memukul beras sehingga ayam berkokok dan Bandung Bondowoso kembali gagal. Akibatnya, dia mengutuk Roro Jonggrang menjadi batu di Candi Prambanan yang terakhir. Legenda ini sering dikaitkan dengan Candi Borobudur karena kemiripan arsitekturnya dengan Candi Prambanan.

Baca Juga : Seajarah Roro Jonggrang

Selain legenda Roro Jonggrang, ada juga mitos tentang patung Buddha di Candi Borobudur. Menurut mitos ini, jika seseorang menyentuh patung Buddha dan membuat permohonan, permohonan tersebut akan dikabulkan. Namun, jika seseorang menyentuh patung Buddha dengan niat buruk, mereka akan mengalami kesialan. Oleh karena itu, pengunjung dilarang untuk menyentuh patung Buddha di Candi Borobudur.

Tidak hanya itu, ada juga mitos tentang penemuan batu besar di Candi Borobudur. Menurut mitos ini, batu besar yang digunakan untuk membangun Candi Borobudur tidak bisa diangkat oleh manusia biasa. Oleh karena itu, manusia menggunakan kekuatan gaib untuk memindahkan batu besar tersebut dari lokasi asalnya ke Candi Borobudur. Mitos dan legenda Candi Borobudur menambahkan daya tarik dan misteri pada situs warisan budaya ini. Wisatawan yang datang ke Candi Borobudur tidak hanya dapat menikmati keindahan arsitektur dan seni, tetapi juga dapat merasakan suasana mistis yang terkait dengan mitos dan legenda yang ada. Wisatawan Boleh Naik Candi Borobudur

Candi Borobudur: Tempat Meditasi dan Kontemplasi

Selain sebagai situs sejarah dan pariwisata, Candi Borobudur juga dianggap sebagai tempat meditasi dan kontemplasi bagi umat Buddha. Candi Borobudur merupakan salah satu situs utama dalam Buddhisme Mahayana dan menjadi tempat ziarah bagi umat Buddha dari seluruh dunia. Setiap tahun, pada bulan Waisak, ribuan umat Buddha berkumpul di Candi Borobudur untuk merayakan kelahiran, pencapaian, dan parinirvana Buddha. Selama acara ini, umat Buddha mengadakan upacara keagamaan dan melakukan meditasi bersama di Candi Borobudur. Namun, Candi Borobudur juga menjadi tempat meditasi dan kontemplasi bagi wisatawan yang datang untuk mencari ketenangan dan kedamaian. Suasana yang tenang dan damai di sekitar Candi Borobudur membuatnya menjadi tempat yang ideal untuk melakukan meditasi atau refleksi. Selain itu, Candi Borobudur juga menyediakan program meditasi dan yoga bagi pengunjung. Program-program ini dipimpin oleh guru meditasi dan yoga yang berpengalaman dan bertujuan untuk membantu pengunjung mencapai kedamaian dan kesadaran diri. Wisatawan Boleh Naik Candi Borobudur

Mengapa Wisatawan Harus Berkunjung Sekarang

Candi Borobudur adalah monumen Buddha terbesar di dunia, dan menjadi daya tarik wisatawan dari seluruh penjuru dunia. Namun, selama pandemi Covid-19, situs ini ditutup untuk umum. Sekarang, dengan ketersediaan vaksin Covid-19, wisatawan bisa kembali berkunjung ke Candi Borobudur dengan aman. Ada banyak alasan mengapa wisatawan harus berkunjung ke Candi Borobudur sekarang. Pertama, setelah ditutup selama lebih dari satu tahun, situs ini kembali dibuka dan menjadi salah satu tempat wisata yang sangat aman. Pemerintah Indonesia telah memberlakukan protokol kesehatan yang ketat, seperti pembatasan jumlah pengunjung, penggunaan masker, dan jarak sosial.

Kedua, wisatawan dapat menikmati keindahan Candi Borobudur tanpa banyak kerumunan. Dengan jumlah pengunjung yang dibatasi, pengalaman wisatawan akan lebih intim dan santai. Mereka dapat mengeksplorasi Candi Borobudur dan menikmati keindahan arsitektur kuno, relief yang indah, dan panorama alam yang menakjubkan dengan lebih bebas. Terakhir, dengan berkunjung ke Candi Borobudur, wisatawan dapat mendukung industri pariwisata di Indonesia yang terdampak oleh pandemi Covid-19. Wisatawan dapat memberikan dukungan kepada komunitas lokal dengan membeli barang dagangan atau menikmati makanan dan minuman khas Indonesia.

Borobudur Saat Covid 19 – Perawatan Extra

Dengan demikian, Candi Borobudur tidak hanya menjadi tujuan wisata yang menarik, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang positif bagi masyarakat Indonesia. Jadi, jika Anda merencanakan perjalanan ke Indonesia, pastikan untuk mengunjungi Candi Borobudur dan nikmati keindahan dan keberlanjutan yang ditawarkannya. Pada awalnya, pandemi COVID-19 telah menyebabkan penutupan berbagai tempat wisata di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Namun, seiring dengan adanya program vaksinasi secara massal di seluruh dunia, beberapa tempat wisata di Indonesia telah dibuka kembali, termasuk Candi Borobudur di Jawa Tengah.

Baca Juga : Paket Wisata VW Safari Borobudur

Candi Borobudur adalah salah satu situs bersejarah terbesar di Indonesia dan diakui sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO. Candi ini terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dan dibangun pada abad ke-8 oleh dinasti Syailendra. Tempat ini telah menjadi tujuan wisata populer bagi wisatawan lokal maupun internasional, dan sekarang wisatawan dapat kembali menikmati keindahan candi ini setelah penutupan yang berlangsung selama beberapa bulan.

Meskipun Candi Borobudur telah dibuka kembali, namun ada beberapa protokol kesehatan yang harus diikuti oleh wisatawan saat berkunjung ke tempat ini. Sebelum memasuki kawasan Candi Borobudur, wisatawan harus menunjukkan sertifikat vaksinasi COVID-19 atau hasil tes negatif COVID-19 yang dikeluarkan oleh laboratorium yang terakreditasi oleh pemerintah. Selain itu, wisatawan juga diwajibkan untuk memakai masker dan menjaga jarak sosial selama berada di kawasan candi.

Untuk memastikan keamanan dan kesehatan wisatawan, pihak pengelola Candi Borobudur juga melakukan protokol kesehatan yang ketat. Pihak pengelola mengatur jumlah wisatawan yang masuk ke kawasan candi setiap harinya untuk memastikan jarak sosial dapat dijaga dengan baik. Selain itu, semua area publik di kawasan candi akan secara rutin dibersihkan dan disterilkan.

Wisatawan Menaiki Candi Borobudur
per Mei 2023 Wisatawan Boleh Naik Ke Badan Candi Borobudur

Saat ini, Candi Borobudur tetap menjadi tujuan wisata yang populer bagi para wisatawan yang ingin menikmati keindahan situs bersejarah Indonesia ini. Dengan mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pihak pengelola dan pemerintah, wisatawan dapat menikmati pengalaman yang aman dan menyenangkan saat berkunjung ke Candi Borobudur. Per bulan ini wisatawan sudah boleh naik ke Candi Borobudur kembali dengan tiket 120.000 dan dibatasi 1.200 pengunjung perharinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ada Pertanyaan?